| sumber: google |
Satu ketika ada seorang kawan bertanya; mas…mas, mengapa aq
slalu rajin berdo’a bahkan selalu berdo’a setiap sa’at, sholatku gak pernah
bolong, aq_pun rajin puasa bahkan puasaku puasa dawud tak pernah putus, qiyamul
lail_pun jalan terus tak pernah ketinggalan, shodaqoh_pun selalu ku rutinkan,
tapi…mengapa do’aku tak terkabulkan jua, sedang kawankau itu, tuh…sholat kagak
pernah bener, akhlaknya urak-urakan, wah..jangan ditanya dech…semua embel2
ibadahnya hanya kepura-puraan, tapi…mengapa o’anya kok perasaan gampang dikabulkan yah???
Sohib…apa yang terlintas di benak antum sekalian???
Lalu, mas-mas tersebut menghela nafas sebentar kemudian
perlahan namun tenang berusaha menjawab pertanyaan kawan yang sedang galau
tersebut!, sob… coba bayangkan bila suatu ketika dateng ke rumah seorang
pengamen preman bertindik, bertato, baju urakan lagi bau, suaranya kagak enak
didengerin dan kejadian ini tidak sekali dua kali tapi bisa jadi berkal-kali
tak terhitung kedatangannya, kira-kira apa yang akan kau lakukan sob?, terang
saja aku buru-buru kasih tuh pengamen biar lekas-lekas hengkang dari hadapanku,
karena aku gak suka ngelihat dan ngedengernya lama-lama bikin nek…
Nah, tapi sob! Semisalnya ada pengamen yang dateng lagi ke rumahmu berpakaian rapih, wangi dan suaranya
merdu mendayu, sudah merdu yang di dendangkan nasyid perjuangan akapela yang
menyebabkan ruh juangmu berkobar, kira-kira apa yang hendak kau lakukan sob?,
tentunya aku seneng dengerin tuh nasyidnya sampe selesai dan ngeriquest nasyid
lainnya, kalo bisa sih inginnya lama-lama kalo kagak ada kewajiban lainnya.,
yang pasti kudengarin
dan kunikmati hingga akhir lagu lalu kuminta ia bernasyid lagi sekali lagi dan
tambah lagi..', kata sang sohib sambil tertawa.
Kalau begitu bisa
saja Allah bersikap begitu pada kita hambaNya. Jika ada manusia yang berakhlak
buruk dan dibenciNya berdoa dan memohon padaNya, mungkin akan Dia firmankan
pada malaikat 'Cepat berikan apa yang dia minta. Aku muak dengan pintanya. Tapi
bila yang menadahkan tangan adalah hamba yang sholeh yang rajin bersedekah,
maka mungkin saja Allah berfirman pada malaikatNya : Tunggu. Tunda dulu apa
yang dipintanya, aku menyukai doa-doanya, Aku menyukai isak-tangis nya. Aku tak
ingin dia menjauh dari Ku setelah mendapat apa yg dipintanya. Aku ingin
mendengar tangisnya karena Aku mencintainya..'
Simak hadits
Qudsi ini:
"Sesungguhnya Allah berfirman: "Aku
sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa
kepada-Ku." [HR.Turmudzi]
Sob, jadi Kesimpulan
kisah di atas? Selalulah bersangka baik pada Allah karena kita tidak tahu apa
yang terbaik bagi diri kita..
Subhanallah...
The Power of
Khusnudzon…aiwaa… ~keep smile always J~
Yuk jadi juara
setiap saat dengan positive thinking~ :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar