Rabu, 04 April 2012

The Power of Khusnudzon


sumber: google
Satu ketika ada seorang kawan bertanya; mas…mas, mengapa aq slalu rajin berdo’a bahkan selalu berdo’a setiap sa’at, sholatku gak pernah bolong, aq_pun rajin puasa bahkan puasaku puasa dawud tak pernah putus, qiyamul lail_pun jalan terus tak pernah ketinggalan, shodaqoh_pun selalu ku rutinkan, tapi…mengapa do’aku tak terkabulkan jua, sedang kawankau itu, tuh…sholat kagak pernah bener, akhlaknya urak-urakan, wah..jangan ditanya dech…semua embel2 ibadahnya hanya kepura-puraan, tapi…mengapa o’anya  kok perasaan gampang dikabulkan yah???

Sohib…apa yang terlintas di benak antum sekalian???

Lalu, mas-mas tersebut menghela nafas sebentar kemudian perlahan namun tenang berusaha menjawab pertanyaan kawan yang sedang galau tersebut!, sob… coba bayangkan bila suatu ketika dateng ke rumah seorang pengamen preman bertindik, bertato, baju urakan lagi bau, suaranya kagak enak didengerin dan kejadian ini tidak sekali dua kali tapi bisa jadi berkal-kali tak terhitung kedatangannya, kira-kira apa yang akan kau lakukan sob?, terang saja aku buru-buru kasih tuh pengamen biar lekas-lekas hengkang dari hadapanku, karena aku gak suka ngelihat dan ngedengernya lama-lama bikin nek…

Nah, tapi sob! Semisalnya ada pengamen yang dateng  lagi ke rumahmu berpakaian rapih, wangi dan suaranya merdu mendayu, sudah merdu yang di dendangkan nasyid perjuangan akapela yang menyebabkan ruh juangmu berkobar, kira-kira apa yang hendak kau lakukan sob?, tentunya aku seneng dengerin tuh nasyidnya sampe selesai dan ngeriquest nasyid lainnya, kalo bisa sih inginnya lama-lama kalo kagak ada kewajiban lainnya., yang pasti kudengarin dan kunikmati hingga akhir lagu lalu kuminta ia bernasyid lagi sekali lagi dan tambah lagi..', kata sang sohib sambil tertawa.

Kalau begitu bisa saja Allah bersikap begitu pada kita hambaNya. Jika ada manusia yang berakhlak buruk dan dibenciNya berdoa dan memohon padaNya, mungkin akan Dia firmankan pada malaikat 'Cepat berikan apa yang dia minta. Aku muak dengan pintanya. Tapi bila yang menadahkan tangan adalah hamba yang sholeh yang rajin bersedekah, maka mungkin saja Allah berfirman pada malaikatNya : Tunggu. Tunda dulu apa yang dipintanya, aku menyukai doa-doanya, Aku menyukai isak-tangis nya. Aku tak ingin dia menjauh dari Ku setelah mendapat apa yg dipintanya. Aku ingin mendengar tangisnya karena Aku mencintainya..'

Simak hadits Qudsi ini:
"Sesungguhnya Allah berfirman: "Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku." [HR.Turmudzi]

Sob, jadi Kesimpulan kisah di atas? Selalulah bersangka baik pada Allah karena kita tidak tahu apa yang terbaik bagi diri kita..

Subhanallah...
The Power of Khusnudzon…aiwaa… ~keep smile always J~
Yuk jadi juara setiap saat dengan positive thinking~ :-)


Tidak ada komentar: